Wednesday, April 10, 2013

Pengalaman I

Tgl : 9 April 2013
jam :20:00 - 23:00

           Angin berhembus lembut menembusi kulit , dimalam yang suram dan sepi . Yang kurasa hanya kehampaaan dan kekosongan , aku duduk dan berdiam melamuni masa depan. Jalan demi jalan kutelusuri gelap , terjal dan berbatu dan menanjak aku lewati , rasa sakit , sepi , sedih , kecewa ,takut , marah semua kututup dengan topeng kehidupan yang tebal , motif topeng itu ku ukir dengan ukiran yang menggambarkan topeng itu tersenyum aku sengaja membuwata gambar wajah topeng itu tersenyum karena aku tidak ingin raut wajahku terlihat lesu dan sedih , tapi apa daya topeng itu lepas ,aku tak kuat membawa topeng itu terus menerus karena topeng itu semakin lama lama semakin tebal sehingga terasa berat , dari lamunanku muncul akan bayangan masa lalu dimana kebahagiaan yang selalu menghampiri , canda tawa selalu menhiasi hari-hariku , tapi bayangan tersebut terus berjalan seperti sebuah film yang mengisahkan akan perjalanan hidup hingga lamunan bayangan itu beralih menayangkan kisah yang kualamai sekarang , dimana aku harus meninggalkan orangtua dan hisdup mandiri untuk menentukan pilihan hidup dan pilihan itu aku memmilih hidup komunitas , disinilah aku mulai menemukan keluarga keduaku banyak yang kualami dalam komunitas ini suka duka selalu mewarnai hari-hariku , dan disini aku menemukan sahabta diluar komunitasku , sahabat yang aku kira bisa menepati janji dan dugaan ku salah, justru aku dilupakan , kejadian ini kembali mengingatkanku akan seorang sahabatku , teman seperjuanganku dalam komunitasku , kami selalu bersama disaat suka maupun duka , tetapi kebersamaan itu tidak berselang lama , persahabatan itu putus dan tak ada kabar lagi. Kami berpisah karena dia menyerah akan menelusuri jalan yang banyak rintangan , apa daya aku selalu menguatkannya tetapi justru nasehat itu tidak diterimanya, dan saatnya tiba dimana kami berpisah , dia mengundurkan diri dalam hidup komunitas .
haaah..., apa boleh buwat itu pilihan hidupnya sendiri , hingga sekarang tidak tau lagi kabarnya , dulu dia pernah berjanji bahwa dia " Ingin menjadi seorang Imam", aku senang akan janji itu , tapi ternyata janji itu hanya janji tak bermakna .
             Malam semakin larut , tayangan fim akan masa lalu belum usai kembali teringat masa lauku dimana waktu aku berumur 6 tahun , pada sore hari aku berjlan - jalan dihalaman rumah , dari jau ku lihat bnyak anak-anak bermain dilapangan dimana lapangan tersebut menjadi halaman untuk bermain anak-anak disore hari , aku tertarik melihat mereka bermain, ada yang bermain , layang- layang ada yang beremain bola , ada yang kejar kejaran , aku tertarik untuk bergabung dan akhirnya kakiku kulangkahkan menuju halaman tersebut , sesampainya disana aku ingin bergabung utnuk bergambung untuk bermain bola , tapi apa daya aku tak tak kuewat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut teman sebayaku . Kata -kata itu bagaikan sebilah pedang bermata dua yang menusuk dikedalaman hati , aku pun hanya tertunduk lemas , dan merenung , kalimat itu terus berdengung  diteltingaku " aku tidak mau dia masuk dalam kelompok kami , dia payah , kami juga tidak mau dia masuk dalam kelompok kami ,"Aku terus berjalan menuju halaman dirumahku , aku memnajata pohon dimana pohon itu menjadi tempat favoritku disaat aku mengalami kesedihan maupun kesenangan.
          Malam semakin bertambah larut ,tayangan film akan masa lalu semakin tidak jelas alurnya , kau bingung dengan ini semula , sampai man kau bisa bertahan dengan ini semua , seberapa kuat akan kseetiaanku ? , Oh Tuhan aku yakin Engkau hadir menemaniku disampingku disaat aku menulis tentang apa yang aku rasakan saat ini , Engkau selalu hadir namun aku tidak menyadarinya ,Ah Tuhan .
          Malam sangat begitu larut , aku harus mengakhiri ini semua , aku harus beristirahat agar esok dapa mendapat tenga yang baru dalam menjalani kehidupanku didalam komunitasku demi mencapai panggilan .
          Kututup buku ini dan akan aku buka esok dan kembali menulis kisah-kisah perjalanan hidup melewati tantangan dan pengalaman hidup.


              

Saturday, April 6, 2013

Permenungan

Seorang saudara bertanya kepada salah seorang penatua ," Ada dua orang saudara , yang seorang tinggal  dalam selnya selama enam hari dalam seminggu , berdoa dan berpuasa . Yang seorang lain merawat orang sakit .
Perbuatan manakah yang lebih berkenan kepada Allah"?
Penatua itu menjawab ," Jika saudara yang berdoa dan berpuasa selama enam hari itu membanggakan dirinya , ia tidak dapat menyamai saudara yang merawat orang sakit itu."

Kasih

Kasih pernikahan yang sempurna adalah  kesetiaan  dalam  pemberian diri suami kepada istri dan   sebaliknya .
Kasih hidup relegius yang sempurna adalah kesetiaan yang sama dalam pemberian diri secara total kepada Kristus dalam relasi "huptial"

Paus Yohanes Paulus II 


Dari Jendela

 Dari balik jendela terlihat banyak orang berlalu lalang dijalanan, suasana begitu dingin karena hujan , suara halilintar besaut - sautan , hujan bertambah deras , aku hanya bisa melihat dibalik jendela tua , aku heran kenapa masih banyak orang beraktifitas , padahal hujan begitu deras , itu lah manusia bejuang dengan bekerja keras demi melangsungkan hidup, tetapi banyak orang dengan bekerja lupa akan hari, melupakan akan kebutuhan rohaninya sehingga begitu kering imannya , tak peduli kepada sesama yang berkekurangan dan menderita. " Berbagilah dengan sesamamu sekecil apapun itu , karena hal sekecil apapun bagi orang yang membutuhkankannya itu merupakan hal terbesar dan upah mu besar disurga " .
JLU

Dalam Gelap Ku Gapai Terang

Permenungan :

Dalam hidup itu mempunyai kepastian dan keinginan cita-cita yang bahagia , dalam mencapainya itu penuh dengan perjuangan , tantangan dan permasalahan .Tetapi dari itu semua jika kita bisa melewatinya ada nilai yang tersimpan dari itu semua , dan ada cahaya yang menerangi hati kita , tetapi jangan lah lupa menyerahkan semuanya kepada Sang Pencipta yang mengatur segala rencana bagi kehidupan manusia .
GBU.

Monday, March 4, 2013

Tentang Panggilan dan Misi Kaum Awam

Tentang Panggilan dan Misi Kaum Awam

Salah satu dokumen Magisterium Gereja yang dapat dipakai sebagai dasar komunitas awam adalah Ekshortasi apostolik, Christifideles Laici (CL), tentang Panggilan dan Misi Kaum Awam, yang ditulis oleh Paus Yohanes Paulus II yang Terberkati. Teks
Paus Yohanes Paulus II mengajarkan bahwa dasar tugas panggilan dan misi kaum awam adalah persekutuan dengan Kristus (lih. CL 8). Misteri persekutuan dengan Kristus inilah yang menyatakan martabat panggilan dan misi kaum awam. Maka pelaksanaan tugas panggilan kaum awam pada dasarnya merupakan 1) partisipasi kaum awam dalam ketiga misi Kristus sebagai imam, nabi dan raja (lih. CL 14), yaitu misi yang kita peroleh setelah kita dibaptis- dan 2) sebagai langkah nyata yang dilaksanakan untuk dapat bertumbuh dalam kekudusan (lih. CL 16-17), yang menjadi panggilan semua umat Kristen.
Nah, Paus Yohanes Paulus II mengajarkan bahwa persekutuan dengan Kristus diperoleh di dalam Sabda Tuhan dan sakramen-sakramen, terutama sakramen Ekaristi (lih. CL 19). Juga karena Gereja adalah persekutuan para orang kudus dengan Kristus sebagai Kepalanya, maka persekutuan kita dengan Kristus juga harus mengakibatkan persekutuan kita dengan anggota-anggota Kristus lainnya (lih. CL 19), yang beragam dan saling melengkapi (lih. CL 20-21), di mana tiap-tiap anggota menjalankan perannya masing-masing untuk membangun Gereja, demi kebaikan umat manusia dan dunia (lih. CL 24). Terkait dengan persekutuan ini, maka semua komunitas umat beriman harus berkomitmen untuk mengatasi segala bentuk perpecahan dan pertentangan, sebab hal ini tidak sesuai dengan hakekat persekutuan dengan Kristus dan Tubuh-Nya (lih. CL 31)
Maka adalah hak awam untuk mendirikan komunitas awam (CL 29); namun terdapat kriteria-nya agar bentuk-bentuk ini dapat dikatakan otentik (lih. CL 30):
1. Tujuan utamanya adalah untuk memenuhi panggilan setiap umat beriman kepada kekudusan.
2. Bertanggung jawab untuk mengakui iman Katolik yang sepenuhnya: kebenaran akan Kristus, Gereja dan umat manusia, sesuai dengan ajaran Magisterium.
3. Memberikan kesaksian akan persekutuan yang kuat dan otentik, dalam ketaatan kepada Bapa Paus dan pada iman Gereja.
4. Sesuai dan berpartisipasi di dalam tujuan karya kerasulan Gereja, yaitu evangelisasi dan pengudusan umat manusia dan pembentukan hati nurani umat Kristiani, agar dapat menanamkan semangat Injil di dalam sendi-sendi kehidupan manusia.
5. Berkomitmen untuk hadir dalam masyarakat untuk melayani martabat manusia- atas dasar bahwa semua manusia diciptakan menurut gambaran Tuhan- dan untuk melayani kehidupan.
Selanjutnya, perlu diketahui bahwa kaum awam mempunyai panggilan dan misi untuk mewartakan Injil (lih. CL 33). Melalui evangelisasi, Gereja dibangun menjadi komunitas iman, yaitu komunitas yang mengakui iman yang setia penuh pada Sabda Tuhan, sebagaimana dirayakan dalam sakramen, dan komunitas yang hidup di dalam kasih yang menjadi prinsip ajaran moral Kristiani (lih. CL 33). Prinsip utama dari pewartaan kaum awam ini adalah membawa terang Kristus ke dalam dunia sekular, sehingga nilai-nilai kehidupan di dunia ini dapat diarahkan kepada Kristus. Titik awal dari panggilan dan misi ini dimulai dari keluarga yang adalah inti sel masyarakat yang terkecil (CL 40), dan tujuan dari misi ini adalah untuk melayani kehidupan masyarakat, demi kebaikan bersama (lih. CL 42).
Untuk melakukan tugas panggilan dan misi kaum awam, diperlukan proses formasi/ pendewasaan iman di dalam kesatuan dengan Kristus, sebagaimana ranting harus selalu melekat pada pokoknya (Lih. Yoh 15; CL 57). Tujuan yang paling mendasar dari proses ini adalah agar setiap orang yang terlibat dapat mengetahui dengan lebih jelas akan panggilan hidupnya dan berkemauan lebih besar untuk melaksanakan misinya (lih. CL 58). Untuk dapat mengetahui kehendak Tuhan di dalam hidup kita ini hanya dapat diperoleh melalui: 1) mendengarkan Sabda Tuhan dan Gereja, 2) doa yang sungguh-sungguh dan terus menerus, 3) bimbingan dari pembimbing rohani yang bijaksana, 4) discernment yang terus menerus tentang berbagai karunia dan talenta yang sudah diberikan Tuhan dan juga keadaan di mana kita tinggal (lih. CL 58). Proses formasi ini pada dasarnya adalah proses pembentukan diri agar dapat semakin terbuka terhadap karya Allah (lih. CL 63).
Bersumber dari panggilan dan misi sebagai umat Kristiani inilah, lahirlah karya-karya kerasulan awam. Salah satu dokumen Gereja (dari Konsili Vatikan II) yang mengatur kegiatan ini adalah dekrit tentang Kerasulan Awam yang berjudul Apostolicam Actuositatem .
Kitab Suci dengan jelas mengisahkan keteribatan kaum awam, sejak awal mula terbentuknya Gereja (lih. Kis 11:19-21; 18:26; Rom 16:1-16; Flp 4:3). Sedangkan cara hidup komunitas jemaat/ Gereja awal ditulis dalam Kis 2:41-47.
Tentang tugas kerasulan kaum awam, Katekismus mengajarkan demikian:
KGK 900    Kaum awam, seperti juga semua umat beriman, telah menerima dari Allah tugas kerasulan berkat Pembaptisan dan Penguatan; karena itu mereka mempunyai hak dan kewajiban, baik sendiri-sendiri maupun dalam persekutuan dengan orang lain, untuk berusaha supaya semua manusia di seluruh dunia mengenal dan menerima berita keselamatan ilahi. Kewajiban ini lebih mendesak lagi, apabila orang tertentu hanya melalui mereka dapat menerima Injil dan mengenal Kristus. Dalam persekutuan gerejani kegiatan mereka sekian penting, sehingga kerasulan pastor sering tidak dapat berkembang sepenuhnya tanpa mereka.
KGK 910    “Kaum awam dapat juga merasa dirinya terpanggil atau dapat dipanggil,untuk bekeja sama dengan para gembala mereka dalam dalam melayani persekutuan gerejani, demi pertumbuhan dan kehidupan persekutuan itu. Dalam pada itu mereka dapat mengambil alih pelayanan yang sangat berbeda-beda, sesuai dengan rahmat dan karisma yang Tuhan anugerahkan kepada mereka (EN 73).