Tgl : 9 April 2013
jam :20:00 - 23:00
Angin berhembus lembut menembusi kulit , dimalam yang suram dan sepi . Yang kurasa hanya kehampaaan dan kekosongan , aku duduk dan berdiam melamuni masa depan. Jalan demi jalan kutelusuri gelap , terjal dan berbatu dan menanjak aku lewati , rasa sakit , sepi , sedih , kecewa ,takut , marah semua kututup dengan topeng kehidupan yang tebal , motif topeng itu ku ukir dengan ukiran yang menggambarkan topeng itu tersenyum aku sengaja membuwata gambar wajah topeng itu tersenyum karena aku tidak ingin raut wajahku terlihat lesu dan sedih , tapi apa daya topeng itu lepas ,aku tak kuat membawa topeng itu terus menerus karena topeng itu semakin lama lama semakin tebal sehingga terasa berat , dari lamunanku muncul akan bayangan masa lalu dimana kebahagiaan yang selalu menghampiri , canda tawa selalu menhiasi hari-hariku , tapi bayangan tersebut terus berjalan seperti sebuah film yang mengisahkan akan perjalanan hidup hingga lamunan bayangan itu beralih menayangkan kisah yang kualamai sekarang , dimana aku harus meninggalkan orangtua dan hisdup mandiri untuk menentukan pilihan hidup dan pilihan itu aku memmilih hidup komunitas , disinilah aku mulai menemukan keluarga keduaku banyak yang kualami dalam komunitas ini suka duka selalu mewarnai hari-hariku , dan disini aku menemukan sahabta diluar komunitasku , sahabat yang aku kira bisa menepati janji dan dugaan ku salah, justru aku dilupakan , kejadian ini kembali mengingatkanku akan seorang sahabatku , teman seperjuanganku dalam komunitasku , kami selalu bersama disaat suka maupun duka , tetapi kebersamaan itu tidak berselang lama , persahabatan itu putus dan tak ada kabar lagi. Kami berpisah karena dia menyerah akan menelusuri jalan yang banyak rintangan , apa daya aku selalu menguatkannya tetapi justru nasehat itu tidak diterimanya, dan saatnya tiba dimana kami berpisah , dia mengundurkan diri dalam hidup komunitas .
haaah..., apa boleh buwat itu pilihan hidupnya sendiri , hingga sekarang tidak tau lagi kabarnya , dulu dia pernah berjanji bahwa dia " Ingin menjadi seorang Imam", aku senang akan janji itu , tapi ternyata janji itu hanya janji tak bermakna .
Malam semakin larut , tayangan fim akan masa lalu belum usai kembali teringat masa lauku dimana waktu aku berumur 6 tahun , pada sore hari aku berjlan - jalan dihalaman rumah , dari jau ku lihat bnyak anak-anak bermain dilapangan dimana lapangan tersebut menjadi halaman untuk bermain anak-anak disore hari , aku tertarik melihat mereka bermain, ada yang bermain , layang- layang ada yang beremain bola , ada yang kejar kejaran , aku tertarik untuk bergabung dan akhirnya kakiku kulangkahkan menuju halaman tersebut , sesampainya disana aku ingin bergabung utnuk bergambung untuk bermain bola , tapi apa daya aku tak tak kuewat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut teman sebayaku . Kata -kata itu bagaikan sebilah pedang bermata dua yang menusuk dikedalaman hati , aku pun hanya tertunduk lemas , dan merenung , kalimat itu terus berdengung diteltingaku " aku tidak mau dia masuk dalam kelompok kami , dia payah , kami juga tidak mau dia masuk dalam kelompok kami ,"Aku terus berjalan menuju halaman dirumahku , aku memnajata pohon dimana pohon itu menjadi tempat favoritku disaat aku mengalami kesedihan maupun kesenangan.
Malam semakin bertambah larut ,tayangan film akan masa lalu semakin tidak jelas alurnya , kau bingung dengan ini semula , sampai man kau bisa bertahan dengan ini semua , seberapa kuat akan kseetiaanku ? , Oh Tuhan aku yakin Engkau hadir menemaniku disampingku disaat aku menulis tentang apa yang aku rasakan saat ini , Engkau selalu hadir namun aku tidak menyadarinya ,Ah Tuhan .
Malam sangat begitu larut , aku harus mengakhiri ini semua , aku harus beristirahat agar esok dapa mendapat tenga yang baru dalam menjalani kehidupanku didalam komunitasku demi mencapai panggilan .
Kututup buku ini dan akan aku buka esok dan kembali menulis kisah-kisah perjalanan hidup melewati tantangan dan pengalaman hidup.




